Kamu tau engga hal yang paling bikin
aku takut ? Aku takut sama kecoa, eh bukan itu sih yang paling aku takutin.
Mungkin kecoanya aja yang lebih berani dari aku. Tapi ada satu hal yang paling
bikin aku takut banget, dan bisa berakibat luka dalam pada diri aku ini. Ayo
coba kamu tebak ? Kan kamu udah ngisi hari-hari aku hampir dua tahun lamanya,
harusnya kamu lebih mengerti dan lebih paham dari orang-orang yang mengenalku
sepintas. Memang ada banyak hal yang aku takutin di dunia ini, tapi yang paling
bikin aku takut adalah kamu ngejauhin aku. Ternyata rasa takut itu menjadi
kenyataan, padahal aku sangat tidak menginginkannya. Kamu adalah orang yang
bikin ketakutan terbesar aku jadi kenyataan. Kamu orang yang ngejauhin aku,
kamu lah orangnya. Dengan alasan kamu udah jenuh sama aku, jenuh itu manusiawi.
Hal yang kamu anggap jenuh itu malah bisa berbalik jadi hal yang ngangenin, dan
jangan jadiin itu alasan untuk pergi. Bukankah kita sudah berjanji untuk
menghadapi segala sesuatunya berdua ? Untuk mengatasi rasa jenuh pasti ada
solusinya kan ? Ingat, jenuh itu manusiawi. Memang aku juga pernah berbuat
salah sama kamu, entah itu di sengaja atau tidak di sengaja. Mungkin juga
salahnya aku ke kamu itu lebih banyak dari pada salahnya kamu ke aku. Dan
tolong sadarkanlah jika itu memang salah tapi aku tak menyadarinya, maafkan
juga kesalahan aku. Berikan juga aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Tapi kamu tetap ngejauhin aku seakan-akan kemarin-kemarin kita engga pernah
ngerasain apa-apa.
Dulu
aku sempat membuatmu tertawa, sekarang aku memiliki rasa iri. Kita pernah
bermimpi membangun sebuah negeri impian sendiri, dimana aku dan kamu menjadi
peran utamanya. Dimana kita membayangkan banyak sekali kebahagiaan, dan
ternyata impian itu terputus begitu aja. Tak lain dan tak bukan karena kamu
udah ga sama aku lagi, aku udah ga bisa buat kamu ketawa. Sekarang aku jadi iri
dengan dia yang udah menggantikan posisi aku di kehidupan kamu, dan mungkin dia
juga udah buat kamu ketawa, mungkin juga kamu dan dia udah buat mimpi baru.
Sungguh, sungguh aku tak rela melihat semua itu.
Please, kembalilah bintang hidupku.
Tanpamu aku tak tau arah, hidupku kehilangan penerangan dan menjadi gelap
gulita. Aku gatau mesti kemana dan harus berbuat apa ? Maafkan aku jika di
setiap doaku ada namamu, semata-mata aku berharap kamu bisa kembali dan bisa
mewujudkan mimpi membangun negeri impian yang pernah skenarionya kita susun
bersama. Jujur saja, hampir di setiap tidurku kamu selalu hadir. Dan aku tak
mengerti itu ? Padahal kamu sudah bersama dia, tapi kamu tetap hadir di
mimpiku. Kembalilah bintang hidupku, di sini aku sudah menunggu dengan
merentangkan kedua tangan yang lebar siap mendekapmu, dan siap membangun
kembali mimpi yang pernah kita susun bersama selama hampir dua tahun lamanya kita
bersama.
Salam,
-Mohamad
Ridho-
Bintang, mana bintang....
ReplyDeleteMenginginkan seseorang kembali (lagi) dalam hidup kita itu rasanya gak mudah. Tapii..... Ya semoga takdir bisa membawa dia kembali. Melanjutkan mimpi, kemudian merubahnya menjadi nyata :)
Amin ya Allah, makasih udah ngunjungin blog saya dan udah nyempatin baca coretan saya :)
DeleteBintang lama tak akan bisa dicapai, kecuali dia datang dikemudian hari :)
ReplyDeleteAmin ya Allah, semoga datang kembali :)
Delete